Senin, 17 Desember 2012

KEKERASAN DAN CARA PENGENDALIAN KONFLIK


Kekerasan merupakan perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau hilangnya nyawa seseorang atau kelompok orang ataupun menyebabkan kerusakan harta benda orang lain.

Teori – teori tentang Kekerasan :

Menurut Thomas santoso, terdapat 3 teori tentang kekerasan, yaitu :
  1. Teori Kekerasan sebagai tindakan actor (individu) atau kelompok
    • Manusia melakukan kekerasan karena adanya faktor bawaan, seperti kelainan genetik atau fisiologis.
  1. Teori Kekerasan Struktural
    • Kekerasan bukan berasal dari orang tertentu melainkan terbentuk dalam suatu sistem sosial. Para ahli memandang kekerasan tidak hanya dilakukan oleh aktor atau kelompok semata melainkan dipengaruhi oleh suatu struktur
  1. Teori Kekerasan sebagai kaitan antara aktor dan struktural
    • Konflik merupakan sesuatu yang telah ditentukan sehingga bersifat endemik bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada 4 jenis kekerasan yang diidentifikasikan, yaitu  kekerasan terbuka (yang dapat dilihat), kekerasan tertutup (kekerasan tersembunyi, berupa ancaman), kekerasan agresif (kekerasan yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu, penjambretan),  kekerasan defensif (kekerasan yang dilakukan untuk melindungi diri)
Cara Pengendalian Konflik dan Kekerasan

Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial, yaitu konsoliasi, mediasi dan arbitasi.

  • Konsoliasi
Dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak yang bertikai.

  • Mediasi
Dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.

  • Arbitasi
Dilakukan apabila kedua belah pihak sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik.

  • Ajudication
Cara penyelesaian konflik melalui pengadilan




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar