Senin, 17 Desember 2012

KONFLIK SOSIAL


Pengertian Konflik menurut Ahli :
  • Soerjono Soekanto : Suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan /atau kekerasan.
  • Gillin and Gillin : konflik adalah bagian dari sebuah proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi , kebudayaan dan perilaku.
  • Dr. Robert Lawang : konflik merupakan perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan, dimana tujuan dari mereka yang berkonflik tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga menundukkan saingannya.

Faktor-faktor Penyebab Konflik
  1. Perbedaan antarindividu
Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, atau ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggan, dan identitas seseorang.
Misalnya : dalam kantor ada karyawan yang suka mendengarkan music keras, ada yang menyukai suasana tenang, dari berbagai perbedaan tersebut maka akan menimbulkan rasa benci yang menimbulkan konflik.

  1. Perbedaan Kebudayaan
Kepribadian seseorang dibentuk oleh keluarga dan masyarakat . tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma yang sama. Apa yang dianggap baik oleh satu masyarakat belum tentu baik oleh masyarakat lainnya. Interaksi sosial antarindividu atau kelompok dengan pola kebudayaan yang berlawanan dapat menimbulkan rasa amarah dan benci sehingga berakibat konflik.

  1. Perbedaan Kepentingan
Setiap kelompok maupun individu memiliki kepentingan yang berbeda pula. Perbedaan kepentingan itu dapat menimbulkan konflik diantara mereka. Misalnya : dalam pemanfaatan hutan, para petani merambah

  1. Perubahan Sosial
Perubahan yang terlalu cepat yang terjadi pada suatu masyarakat dapat mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku, akibatnya konflik dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan individu dengan masyarakat.
Sebagai contoh kaum muda ingin merombak pola perilaku tradisi masyarakatny, sedangkan kaum tua ingin mempertahankan tradisi dari nenek moyangnya. Maka akan timbulah konflik diantara mereka.



Bentuk-bentuk Konflik
    1. Berdasarkan sifatnya
      1. Konflik destruktif
Konflik destruktif merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang, rasa benci atau dendam dari kelompok maupun pihak. Pada konflik in terjadi bentrokan fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda. Contohnya : konflik Ambon, Poso
      1. Konflik konstruktif
Konflik konstruktif yaitu konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan. Konflik ini akan menghasilkan suatu consensus dari perbedaan pendapat tersebut dan menghasilkan suatu perbaikan. Contohnya : perbedaan pendapat dalam organisasi.
    1. Berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik
      1. Konflik vertikal, konflik antar komponen masyarakat didalam suatu struktur yang bersifat hirarki. Contohnya : antara atasan dengan bawahan dalam sebuah kantor
      2. Konflik horisontal,konflik antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan relatif sama. Contohnya : konflik antar organisasi masa
      3. Konflik diagonal, merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan aloksi sumber daya ke seluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan ekstrim. Contoh : konflik Aceh
    2. Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik
·  Konflik terbuka, merupakan konflik yang diketahui semua pihak, contoh konflik antara Israel dengan Palestina
·  Konflik tertutup, konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik.
4.Berdasarkan konsentrasi aktivitas manusia di dalam masyarakat
      1. Konflik sosial, merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang berkonflik. Konflik sosial dibedakan menjadi dua,yaitu :
·         Konflik sosial vertikal : konflik yang terjadi antara masyarakat dengan negara. Contohnya : peristiwa 1998
·         Konflik sosial horisontal : konflik yang terjadi antar etnis, suku atau agama. Contohnya : konflik Ambon
      1. Konflik Politik, yaitu konflik yang terjadi akibat terjadi karena perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan. Contohnya : konflik antar pengikut parpol.
      2. Konflik Ekonomi, konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik. Contohnya : konflik antar pengusaha.
      3. Konflik Budaya, konflik akibat adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik.
      4. Konflik Ideologi, konflik akibat perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekolompok orang. Contoh konflik saat G30-S/PKI
  1. Berdasarkan cara pengelolaannya
1.      Konflik interindividu, merupakan tipe yang paling erat kaitannya dengan emosi individu hingga tingkat keresahan yang paling tinggi. Konflik dapat muncul dari dua penyebab yaitu karena kelebihan beban (role overload) atau karena ketidaksesuaian seseorang dalam melaksanakan peranan (person role incompatibilities). Dalam kondisi ini seseorang mendapat beban berlebihan akibat status yang dimiliki, sedangkan dalam kondisi yang kedua seseorang memang tidak memiliki kesesuaian yang cukup untuk melaksanakan peranan sesuai statusnya.
2.      Konflik antarindividu merupakan konflik yang terjadi antara seseorang dengan satu orang atau lebih sifatnya kadang-kadang substantif menyangkut perbedaan gagasan, pendapat, kepentingan, atau bersifat emosional, menyangkut perbedaan selera, dan perasaan like/ dislike (suka tidak suka).
3.      Konflik antarkelompok merupakan konflik yang banyak dijumpai dalam kenyataan hidup manusia sebagai makhluk sosial karena mereka hidup dalam kelompok-kelompok.

Dampak Sebuah Konflik

Dampak sebuah konflik memiliki 2 sisi yang berbeda yaitu dilihat dari segi positif dan dari segi negatif.
Segi positif dari konflik adalah sebagai berikut:
  1. Konflik dapat meningkatkan solidaritas sesame anggota kelompok.
  2. Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nila-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok.
  3. Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok.
  4. Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma baru.
  5. Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat.

Segi negatif dari konflik :
  1. Keretakan hubungan antarindividu dan persatuan kelompok.
  2. Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia.
  3. Berubahnya kepribadian para individu.
  4. Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.
  5. Pendidikan formal  dan informal terhambat karena rusaknya sarana dan prasarana pendidikan.

    Kun Maryati dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta : ESIS.
    Tim Sosiologi. 2007. Sosiologi 2 Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Yudhistira.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar